Diah Ristiana (2017015244)
Hari Sabtu, tanggal 23 September kami menonton pertunjukkan teater yang
dubah menjadi tari (Ramayana Ballet Puraawisata) yang beralamatkan di Jl.
Bridge Katamso Yogyakarta. Harga tiket yang ditawarkan standar karena masih
bisa dijangkau oleh mahasiswa. Pertunjukkan Ramayana Ballet ini dimulai pukul
20.00-21.30. Pada saat pertunjukkan, pengunjung disediakan air mineral dan
tempat duduk sehingga pengunjung merasa nyaman saat menonton pertunjukkan.
Ramayana Ballet ini mempertunjukkan sebuah kisah dalam bentuk tari tentang
kisah usaha Rama dalam menyelamatkan Shinta yang diculik oleh Rahwana. Namun dalam pertunjukan ini
dirangkum dalam empat babak, yaitu: penculikan Shinta, perjalanan Hanoman ke
Alengka, kematian Kumbakarna dan Rahwana, serta pertemuan kembali Rama dan Shinta.
Narasi dalam pertunjukan ini disampaikan dalam bahasa Jawa.
Sinopsis Cerita
Rama, seorang
putra mahkota dari Kerajaan Ayodya bersama istri tercintanya Shinta dan adiknya
yang bernama Leksmana sedang melakukan pengembaraan dengan melewati sebuah
hutan yang dikenal dengan nama Hutan Dandaka. Tanpa mereka sadari, di dalam
hutan tersebut terdapatlah seorang raksasa jahat bernama Rahwana yang
langsung jatuh hati setelah melihat kecantikan Shinta sehingga timbul
niat buruk untuk menculik Shinta dan menjadikannya istri. Rahwana mencari
cara agar dapat menculik Shinta karena itu ia
memerintahkan salah seorang pengikutnya yang bernama Marica untuk mengubah
wujudnya menjadi seekor Kijang emas. Kecantikan kijang emas tersebut serta
merta mencuri perhatian Shinta sehingga iapun meminta suaminya Rama untuk
menangkapnya. Karena rasa cinta yang dalam kepada Shinta maka Rama mewujudkan
permintaan istrinya tersebut dengan mengejar kijang emas tadi dan
menitipkan Shinta pada Leksmana. Dalam pengejaran akhirnya kijang emas
tadi berhasil dipanah oleh Rama dan kijang tersebut berubah menjadi
Raksasa Kalamarica. Mengetahui kijang tersebut adalah jelmaan dari seorang
raksasa maka Ramapun berkelahi dengannya dan diakhiri dengan tewasnya
Kalamarica karena anak panah Rama yang menembus tubuhnya.
Tidak
disangka Rama pergi sangat lama sehingga membuat Shinta cemas dan iapun
meminta Leksmana untuk pergi mencari Rama. Karena khawatir akan
keselamatan Shinta maka Leksmana melingkari Shinta dengan lingkaran magis
sebelum pergi untuk menjaga keselamatan istri kakaknya tersebut. Mengetahui
Shinta ditinggal seorang diri maka Rahwana berusaha untuk secara langsung
menculik Shinta hanya saja upayanya selalu gagal karena lingkaran magis yang
dibuat Leksmana selalu menghalangi Rahwana. Rahwana kemudian mencari akal
lagi agar bisa mengeluarkan Shinta dari lingkaran magis tersebut sehingga
nantinya ia mampu dengan mudah menculik Shinta, karena itu Rahwana mengubah
dirinya sendiri menjadi sosok seorang tua yang sudah renta. Karena rasa kasihan
kepada orang tua tadi maka Shintapun ingin sekali memberinya makan dan ketika
itulah tanpa disadari Shinta berjalan keluar dari lingkaran magis
yang membuat Rahwana dengan mudah bisa menculiknya.
Sesaat
setelah kemenangan melawan Kalamarica, Ramapun melihat Leksmana
sedang berlari menuju kepadanya dan setelah berhasil menemui Rama iapun meminta
kakaknya itu untuk segera kembali menemui Shinta yang sudah sangat
khawatir karena kepergian Rama.
Di tengah
perjalanan membawa Shinta ke Kerajaan Alengka, Rahwanapun dihadang oleh seekor
burung garuda sakti bernama Jatayu. Melihat Shinta yang berwajah pucat dan
ketakutan maka Jatayu ingin sekali menolongnya apa lagi ia tahu bahwa Shinta
adalah putri Prabu Janaka yang merupakan sahabat dari Jatayu. Dalam peperangan
menyelamatkan Shinta ini Jatayu-pun kalah denga luka disekujur tubuhnya.
Ketika Rama
dan Leksmana tiba ditempat semula dan menyadari bahwa Shinta tidak ada maka
merekapun bingung dan mencari Shinta kesana kemari hingga mereka berdua tiba di
suatu tempat dimana mereka menemukan Jatayu yang sudah mulai sekarat.
Jatayu-pun menceritakan kisah yang sesungguhnya bahwa Shinta telah diculik oleh
Rahwana dan tidak berselang lama setelah itu Jatayu-pun tewas dipangkuan Rama.
Dalam kesedihan yang mendalam, datanglah seekor kera putih bernama Hanoman yang
diutus Sugriwa untuk mencari dua ksatria yang dapat mengalahkan Subali. Sugriwa
tidak dapat mengalahkan Subali karena kesaktian kakaknya itu jauh melampaui
kesaktian dirinya. Sugriwa juga merasa geram karena kakaknya telah merebut
kekasihnya Dewi Tara untuk dijadikan istri. Ramapun menyanggupi permintaan
Hanoman untuk membantu Sugriwa mengalahkan Subali.
Subali, Dewi
Tara, dan Anggada putranya sedang bercengkerama dan dikeutkan dengan tantangan
Sugriwa sehingga peperanganpun tidak dapat dihindari dan berkat bantuan Rama,
Sugriwa berhasil mengalahkan Subali. Karena merasa sangat terbantu oleh
hadirnya Rama maka Sugriwapun ingin membalas budi dengan mengutus Hanoman untuk
membantu Rama mencari Shinta yang diculik Rahwana sehingga Hanoman-pun pergi ke
Kerajaan Alengka.
Di dalam
kerajaan Alengka, Trijata kemenakan Rahwana sedang menghibur Shinta tiba-tiba
Rahwana datang untuk membujuk Shinta agar mau dijadikan istri. Tentu
saja bujuk rayu Rahwana tadi ditolak sehingga membuat Rahwana marah dan
malah bermaksud untuk membunuh Shinta. Trijatapun meminta Rahwana untuk
bersabar dan ia menyanggupi untuk menjaga Shinta. Di dalam kesedihannya
Shinta dikejutkan dengan suara nyanyian lagu yang dinyanyikan oleh Hanoman.
Setelah kehadirannya diketahui Shinta segera Hanoman menghadap untuk
menyampaikan maksud kedatangannya sebagai utusan dari Rama, iapun menunjukkan
cincin milik Rama sebagai bukti bahwa kedatangannya menemui Shinta adalah
instruksi dari Rama. Amarah Hanomanpun memuncak sehingga ia berniat untuk
membalas kejahatan Rahwana dengan merusak semua taman yang ada di Kerajaan
Alengka. Ketika Hanoman sedang merusak semua taman-taman indah di Alengka,
datanglah Indrajid, Putra dari Rahwana. Keduanya kemudian bertarung dan
diakhiri dengan kekalahan Hanoman dan iapun dibawa menghadap Rahwana.
Mengetahui semua taman-taman di kerajaannya telah rusak parah, Rahwanapun marah
dan ingin membunuh Hanoman hanya saja dicegah oleh Kumbokarno. Karena tidak
sepaham dengan Rahwana, Kumbokarno justru diusir dari kerajaan Alengka dan
Hanomanpun akhirnya dijatuhi hukuman dengan cara dibakar hidup-hidup. Karena
kesaktian yang dimilikinya, ketika tubuhnya dibakar dengan api yang bergejolak,
bukannya mati tapi Hanoman justru mampu menggunakan api tadi untuk membakar
Kerajaan Alengka.
Mengetahui
bahwa Hanoman berhasil sampai di Kerajaan Alengka, Ramapun berniat untuk
menyusulnya dengan cara membendung samudera dan membuat jembatan sebagai jalan
pintas menuju ke Kerajaan Alengka. Pada waktu yang bersamaan maka diutuslah
Anggodo, Anila, dan Jembawana untuk memimpin prajurit kera dan menyerang
Alengka.
Ketika bala
tentara Alengka sedang berjaga-jaga, datanglah pasukan kera dan terjadilah
pertempuran yang sangat dahsyat. Kumbokarno yang bertindak sebagai senopatipun tewas
ketika berhadapan dengan Rama, tidak terkecuali Indrjid yang juga tewas setelah
terhunus panah sakti Rama. Maka tinggal-lah musuh terakhir yang akan dihadapi
Rama yaitu Rahwana. Keduanya pun larut dalam pertempuran sengit dan diakhiri
dengan tewasnya Rahwana karena terkena panah sakti Rama, tidak cukup sampai
disitu tubuh Rahwanapun dihimpit oleh Gunung Sumawan yang dibawa oleh hanoman
agar jasadnya tidak mudah ditemukan.
Setelah
Rahwana tewas, Shintapun ingin sekali segera menemui suaminya hanya saja Rama
menolak karena menganggap Shinta sudah tidak lagi suci selama menjadi tawanan
Rahwana. Untuk membuktikan kesuciannya itu, Shintapun menawarkan untuk membakar
dirinya di dalam bara api dan jika ia bisa selamat maka itu menandakan bahwa
Shinta masih suci. Ramapun menyetujui permintaan istrinya itu dan Shinta
bergegas memasukkan tubuhnya ke dalam bara api yang menyala hebat. Karena
kesucian tubuhnya dan dibantu oleh dewa api, Shinta berhasil selamat tanpa ada
sedikit apipun yang membakar tubuhnya dan melalui tantangan ini Shinta berhasil
membuktikan kesucian dirinya kepada Rama. Rama dan Shintapun kembali bersatu
dan hidup dengan penuh bahagia.
DOKUMENTASI




No comments:
Post a Comment